Dia mengemukakan alasan keluar dari Partai Golkar karena merasa tidak dipakai lagi di partai berlambang pohon beringin tersebut.
Selain itu juga terkait kekecewaan atas perkara pergantian ketua DPRD Kaltim, khususnya mekanisme partai yang tidak ditegakkan dan dipatuhi oleh parpol tersebut.
"Samalah kita di negara ini ada undang-undang, ada hukum, samalah yang saya sangat kecewa dan tidak pernah dikomunikasikan dengan baik," timpal Makmur.
Lebih lanjut dia mengaku sudah mendapatkan tawaran dari beberapa parpol, namun mantap untuk memilih Gerindra. Sebelumnya, dia bahkan ditawari untuk ikut dalam bakal calon legislatif (caleg) DPR RI, namun belum berminat karena sadar akan kapasitas diri untuk maju ke Senayan.
"Saya ditawari PPP, Partai Serikat Buruh, Perindo, beberapa partai menawari saya untuk maju ke pusat, tetapi saya merasa kapasitas saya belum sampai ke sana. Mungkin dari segi pengalaman dan sebagainya, saya mengukur diri saya juga," sebut Makmur.
Dia bersyukur dan merasa dihargai di Partai Gerindra, bahkan diberi kesempatan ditempatkan di dapil yang berpotensi menjadi lumbung suaranya. Dengan begitu, dia masih mempunyai kontribusi untuk tetap membangun daerah.
"Jadi, kepindahan saya ini bukan karena mau pindah-pindah partai, karena beranggapan saya merusak partai itu," pungkas Makmur. (antara/jpnn)
Simak! Video Pilihan Redaksi:
Sumber: jpnn.com
Artikel Terkait
Kronologi Lengkap Pengeroyokan Guru di SMK Jambi: Siswa & Guru Saling Lapor Polisi
SnapTik Aman? Panduan Lengkap & Tips Download Video TikTok Tanpa Watermark 2024
5 Syarat SP3 Eggi Sudjana Terbit: Alasan Restorative Justice Menurut Kuasa Hukum
Prediksi Gaji Sri Mulyani di Gates Foundation: Tugas, Kompensasi, dan Analisis Posisi Baru