Menguasai Sektor Strategis Negara
Gatot menyoroti bahwa penempatan polisi aktif di 17 kementerian dan lembaga merupakan upaya Polri untuk memetakan pengaruh ke semua sektor strategis negara. Ia mencontohkan lembaga seperti BSSN, BNPT, Basarnas, Imigrasi, Bea Cukai, Bakamla, hingga BNN.
“Ini mencakup keamanan, data siber, logistik, pergerakan manusia, penegakan hukum, intelijen teknis, hingga kebijakan ekonomi,” sebut Gatot. “Inilah fase superbodi – lembaga yang menguasai struktur negara dari hulu sampai hilir,” lanjutnya.
Krisis Kepercayaan Publik dan Penegakan Hukum
Mantan Panglima TNI itu juga menyoroti krisis kepercayaan publik terhadap Polri, yang menurutnya diperparah dengan terlibatnya oknum dalam kasus narkoba dan judi online, serta praktik penegakan hukum yang dianggap tebang pilih.
“Kelompok kritis justru mudah diproses, sementara perkara yang sudah inkrah tidak dijalankan,” pungkas Gatot Nurmantyo.
Artikel Terkait
Juda Agung Dilantik Jadi Wamenkeu: Profil, Kekayaan, dan Dinamika Tukar Guling dengan BI
Sidang Ijazah Jokowi di PN Solo: Saksi KKN Dinilai Tak Sinkron dan Tak Paham Desa
KPK Telusuri Sumber Dana Dugaan Pelesiran Ridwan Kamil ke Luar Negeri
Retno Marsudi Dipanggil Prabowo, Warganet Rindu Menlu Berintegritas: Ini Tujuan Pertemuannya