Prabowo mengatakan, saat awal-awal bergabung di kabinet Jokowi, banyak pendukungnya yang kecewa dan menuduhnya pengkhianat. Sebab, Jokowi adalah lawannya dalam Pilpres 2014 dan 2019.
Kepada para pendukungnya itu, Prabowo menegaskan, yang diperjuangkannya sejak lama tidak pernah berubah, meskipun memilih berada di dalam pemerintahan. Dia mengklaim selalu konsisten mementingkan kepentingan rakyat dan bangsa Indonesia.
“Saya bukan membela diri, tapi saya mau menyampaikan, orang-orang yang mengatakan bahwa saya berkhianat bergabung Pak Jokowi, saya hanya mau katakan saya tidak pernah berubah,” tegasnya.
Dia pun berharap, seiring berjalannya waktu, para pendukungnya akan memahami bahwa keputusannya adalah demi kemajuan bangsa dan negara. “Kalau lagu, lagu favorit saya itu judulnya 'aku masih seperti yang dulu’, kesetiaanku kepada rakyat tidak pernah luntur,” canda Prabowo.
Sebelumnya, publik sempat dihebohkan dengan isu yang menyebut ada seorang menteri menampar wakil menteri. Isu penamparan tersebut pertama kali disiarkan kanal YouTube Seword TV pada Minggu (17/9/2023), dengan konten berjudul "Alifurrahman: Ada Capres Nampar Wamen Di Ruang Rapat?"
Isu ini kemudian dibantah banyak pihak. Presiden Jokowi juga sempat angkat bicara dan memastikan tidak ada peristiwa penamparan tersebut. Namun, sebagian pihak masih menggoreng isu itu.
Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis Agung Baskoro menyatakan, foto Prabowo dan Harvick dalam satu frame jelas untuk menepis isu miring soal penamparan.
"Perihal ini menegaskan dan menguatkan pernyataan Prabowo dan Presiden Jokowi, kejadian kekerasan yang dialamatkan kepada Prabowo dan korbannya Harvick tak terjadi," ucap Agung, kepada Rakyat Merdeka, Minggu (1/10/2023).
Sumber: rmid
Artikel Terkait
Jaksa Agung Mutasi Nurcahyo ke Kajati Kalteng, Ini Profil dan Kasus Besar Nadiem yang Pernah Ditanganinya
Polisi Gadungan Asal Magetan Tipu Perempuan Tuban Rp 170 Juta Lewat Modus Pacaran, Ini Barang Buktinya
Perbedaan Mendasar Kasus Ira Puspadewi dan Tom Lembong: Analisis Lengkap
Muhammad Kerry Bantah Ayahnya Riza Chalid Terlibat Korupsi Pertamina Rp285 Triliun