"Akhirnya dia menunggu-nunggu momen untuk bisa bertemu menteri itu. Tetapi, saat rapat menteri terkait gak hadir. Yang hadir hanya wakil menterinya. Jadi, dia merasa emosi. Sehingga, emosi dan kemarahannya dilampiaskan ke wamennya," tutur dia.
Alhasil, kata Alifurrahman, terjadilah peristiwa penamparan dan pencekikan di ruang rapat kabinet. Wamen yang bersangkutan ujarnya tidak pernah menceritakan peristiwa itu kepada siapapun.
Di video itu, Aliffurrahman memang tidak menyebut identitas capres yang bersangkutan. Namun, dengan menyebut capres yang kini masih menjabat sebagai menteri aktif, maka itu merujuk kepada Prabowo. Apalagi di video itu, Aliffurahman juga menyebut capres tersebut juga memiliki rekam jejak di masa lalu pernah melakukan penculikan.
Prabowo Diisukan Tampar Wakil Menteri, Jubir: Itu Hoaks dan Fitnah!IDN Times/Irfan Fathurohman
Lebih lanjut, menurut Dahnil, narasi itu termasuk kampanye hitam untuk meruntuhkan kredibilitas Prabowo.
"Jelas, itu kampanye hitam," katanya lagi.
Sementara, Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, meminta kepada media agar menanyakan langsung kepada Wamen yang bersangkutan untuk meminta konfirmasi. Lagipula, kata Dasco, Prabowo sudah lama diterpa isu miring meski pada akhirnya tidak pernah terbukti kebenarannya.
"Yang paling gampang ini teman-teman wartawan tanya saja ke wamennya langsung kan gitu. Apakah benar kejadiannya, apakah kemudian dia merasa dibegitukan oleh Pak Prabowo," ungkap Dasco di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat pada Senin (18/9/2023).
Ia pun enggan menuding siapa yang dianggap memainkan isu tersebut di momen jelang Pemilu 2024. "Kami gak mau nebak-nebaklah. Orang kita gak terlalu pikirin. Yang penting kami fokus di pileg dan pilpres," tutur dia lagi.
Dasco juga meminta kepada kader Gerindra dan Koalisi Indonesia Maju (KIM) agar tidak terprovokasi dengan informasi yang beredar di media sosial. "Mari kita tetap bekerja untuk konsentrasi menghadapi pileg dan pilpres saja," katanya.
SUmber: idntimes
Artikel Terkait
KPK Finalisasi Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Yaqut-Gus Alex Tersangka
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif Terjungkirbalik, Kata Aktivis
Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden: Alasan, Dampak, dan Analisis Lengkap
SP3 Eggi Sudjana Bermasalah Hukum: Pengamat Soroti Pelanggaran KUHAP & Restorative Justice