"Karena kalau kita melihat, ya kita terbuka aja ya, bahwa Anies ketika dipasangkan dengan yang tersedia di Koalisi Perubahan rasanya menjadi tidak menggigit, ya. Peluangnya menjadi tidak lebih besar," ujarnya.
Kemudian, Ali melanjutkan, NasDem berpikir bahwa opsi yang ada itu bisa diterima. Namun, tidak ingin segera diumumkan ke masyarakat karena ditakutkan ada pilihan lain.
"Nah, alhamdulillah tidak terlalu lama setelah terjadi deadlock itu, Allah menghadirkan Cak Imin sebagai alternatif yang kemudian pas menurut kami untuk kita pasangkan," terang dia.
Ali menilai bahwa Cak Imin lebih mudah untuk diterima bersama-sama. Karena, lanjutnya, menjadi sangat mudah bagi Koalisi Perubahan untuk menjelaskan kepada masyarakat, bahwa Anies ingin memperbaiki Indonesia. Ia menilai Cak Imin memiliki pengalaman yang banyak.
"Pernah menjadi aktivis, menjadi menteri, menjadi anggota DPR pengalaman, apa lagi yang kurang yang kemudian membuat kita ragu, membuat masyarakat ragu untuk memasangkan dia dengan Mas Anies?" pungkas dia.
Sumber: kumparan
Artikel Terkait
KPK Finalisasi Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Yaqut-Gus Alex Tersangka
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif Terjungkirbalik, Kata Aktivis
Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden: Alasan, Dampak, dan Analisis Lengkap
SP3 Eggi Sudjana Bermasalah Hukum: Pengamat Soroti Pelanggaran KUHAP & Restorative Justice