Kemudian, meski tidak ingat perkataan detail dari Prabowo, Grace Natalie mengungkap pada intinya Ketua Umum Gerindra tersebut menyiratkan peyesalan. “Ya itu memang kita kritisi tapi beliau dalam sebuah percakapan santai, tersiratnya saya lupa kata-kata persisnya, dan ada tereksplisit juga. Kurang lebih beliau menyiratkan penyesalan lah pernah mengambil langkah itu,” jelasnya.
Menurut Gus Yasien, Prabowo dan Sandiaga Uno itu sudah berhutang banyak terhadap pendukungnya dalam Pilpres 2019. Dari duit, air mata, darah dan nyawa pendukungnya.
“Tulang tangan saya patah. Ini adalah bagian dari salah satu bukti perjuangan kami mendukung Prabowo dan Sandi. Janjinya timbul tenggelam bersama rakyat. Sekarang, dia timbul, rakyatnya tenggelam,” sergah Gus Yasien.
Masih menurut Gus Yasien, terserah, mau mengatakan kami radikal atau intoleran, yang jelas Prabowo dan Sandiaga tidak akan menemukan relawan yang rela dan ikhlas mengorbankan waktu, tenaga, sampai uang.
“Kami urunan untuk bantu kampanyenya, bahkan, jiwa relawan terancam. Ada yang masuk penjara. Apa mereka peduli? Tidak. Buktinya mereka (relawan) sakit-sakit sendiri, dia tega dan enak jadi menteri,” tegasnya.
Gus Yasien juga menyebut pengorbanan Habib Rizieq Syihab. “Beliau kawal Pak Prabowo sampai babak belur. Risikonya sangat berat, enam (6) syuhada FPI, pengawal HRS, ditembaki. Kalau itu kemudian (kata Grace) Prabowo menyesal, maka, kami pun menyesal dukung dia,” terangnya.
Sumber: dutaco
Artikel Terkait
Menteri Keuangan Purbaya Tak Bisa Tidur Pantau APBN 2025, Defisit Diprediksi Melebar
Iwakum Kecam Teror pada Pegiat Medsos & Aktivis: Upaya Pembungkaman Kritik di Indonesia
Mahfud MD: Rakyat Rindu Polisi Rakyat, Formulasi Reformasi Polri Rampung Akhir Januari
Partai Demokrat Bantah Keras SBY Dalang Isu Ijazah Palsu Jokowi