Namun demikian, Adi membaca, Jokowi terkesan tidak nyaman berpolitik di PDIP. Ada sejumlah alasan mengenai hal ini salah satunya pernyataan Ketua Umum (Ketum) PDIP Megawati Soekarnoputri soal petugas partai.
“Jokowi itu sepertinya memang rada-rada kurang ‘at home’ ya kalau bicara politik apa pun di PDIP, serasa bukan di rumahnya,” ujarnya.
“Saya merasa ada jarak psikologis yang sepertinya membuat Pak Jokowi itu enggak happy karena diposisikan sebagai orang yang selalu menjadi petugas partai, jadi Jokowi itu sadar betul,” sambungnya.
Pengamat politik Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menilai Jokowi ingin ditampilkan sebagai seorang kepala negara dan kepala pemerintahan sebuah negara.
“Padahal Jokowi itu adalah presiden yang dipilih oleh ratusan juta, kira-kira, pemilih di Indonesia yang tidak bisa disubordinasi di bawah partai,” jelas Adi.
Sumber: suara
Artikel Terkait
Pertemuan Prabowo dengan Abraham Samad & Susno Duadji: Ini Penjelasan Istana
Tantangan APH Periksa Jokowi: Kasus Korupsi Minyak Pertamina & Kuota Haji 2024
Kejagung Geledah Rumah Siti Nurbaya, Dugaan Korupsi Sawit Rp 450 Triliun Terungkap
Said Didu Ungkap Prabowo Sepakat Rebut Kedaulatan dari Oligarki, Geng Solo Ditarget