"Saya pertama berterima kasih kepada siapapun yang menyebutkan bahwa AHY bisa diperhitungkan dan sebagainya. Berpasangan dengan siapapun," ujar AHY, dikutip Suara Liberte dari akun Twitter @ekowboy2 pada Rabu (7/6/2023).
AHY menilai demokrasi merupakan ruang yang bebas untuk adanya gagasan semacam itu sehingga ia pun menghormati siapapun yang mengungkapkan gagasannya.
"Saya menghormati seperti saya menghormati siapapun yang memberikan sikap atau pernyataan. Bagi saya, demokrasi adalah ruang yang bebas, ruang yang luas untuk hadirnya gagasan-gagasan semacam itu," sambungnya.
Tak dapat dipungkiri putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu bahwa selama ini partai politik yang dipimpinnya menjalin komunikasi dengan partai politik lain tentu dengan menjunjung etika, nilai, dan prinsip.
"Kita ini multi party system jadi harus terus membangun komunikasi dengan cair, fleksibel. Tapi kami memilih juga tetap menjunjung tinggi etika, nilai, dan juga prinsip-prinsip dalam berkomunikasi politik," ujar AHY.
Oleh karena itu, ia mengutarakan apresiasi kepada pihak yang mempertimbangkannya jadi cawapres. Namun, ia lebih memilih untuk memantapkan rancang bangun Koalisi Perubahan untuk Persatuan (KPP) yang mengusung Anies Baswedan sebagai calon presidennya.
"Itulah mengapa selain tentunya menyampaikan apresiasi tadi, kami juga terus memantapkan rancang bangun dari koalisi perubahan ini," tutur AHY.
Sumber: suara
Artikel Terkait
KPK Finalisasi Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Yaqut-Gus Alex Tersangka
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif Terjungkirbalik, Kata Aktivis
Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden: Alasan, Dampak, dan Analisis Lengkap
SP3 Eggi Sudjana Bermasalah Hukum: Pengamat Soroti Pelanggaran KUHAP & Restorative Justice