Insiden terjadi saat lokasi latihan diguyur hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari berturut-turut. "Mungkin itu yang mengakibatkan terjadinya longsor, dan itu menimpa penduduk satu desa dan kebetulan ada prajurit kita yang sedang berlatih di sana," jelasnya.
Proses Evakuasi dengan Alat Berat dan Drone
Hingga saat ini, operasi pencarian dan evakuasi terhadap prajurit yang masih hilang terus digenjot. TNI AL telah mengerahkan sejumlah alat berat dan drone untuk mempercepat dan mempermudah proses pencarian di lokasi longsor yang sulit.
Status Tanggap Darurat dan Tim SAR Gabungan
Pemerintah Kabupaten Bandung Barat telah menetapkan status Tanggap Darurat Bencana melalui Surat Keputusan Nomor 100.3.3.2/Kep.25-BPBD/2026. Status ini berlaku mulai 24 Januari hingga 6 Februari 2026.
Operasi SAR dipimpin oleh tim gabungan yang melibatkan BPBD, Basarnas, TNI, Polri, Dinas Sosial, Tagana, serta unsur-unsur relawan dan terkait lainnya. Pencarian korban hilang dan penanganan dampak bencana masih terus dilakukan secara intensif.
Artikel Terkait
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas
Meteor Jatuh di Danau Maninjau 2026? Ini Klarifikasi Resmi Polisi
Kasus Pelecehan Seksual di Ponpes Lombok Tengah: 5 Santriwati Korban, Pelaku Diduga Petinggi MTF
Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli Belasan Murid, Ini Kronologi dan Langkah Hukumnya