Lima Santriwati Korban Pelecehan Seksual di Ponpes Lombok Tengah, Diduga Dilakukan Petinggi MTF
Lima orang santriwati dan mantan santriwati di sebuah pondok pesantren di Lombok Tengah menjadi korban pelecehan seksual. Pelaku diduga adalah salah satu petinggi pondok pesantren tersebut yang berinisial MTF.
Laporan Bermula dari BKBH Universitas Mataram
Kasus ini terungkap setelah Badan Konsultasi dan Bantuan Hukum (BKBH) Universitas Mataram menerima laporan dari para korban. Tiga di antaranya telah mendatangi langsung kantor BKBH untuk memberikan keterangan.
Ketua BKBH Unram, Joko Jumadi, menyatakan bahwa dari kelima korban tersebut, tiga orang telah melaporkan kasusnya ke Polres Lombok Tengah. "Kami belum tahu berapa banyak korban sebenarnya, tetapi diduga jumlahnya akan terus bertambah," ujar Joko pada Selasa, 20 Januari 2026.
Modus Pelaku: Iming-iming Doa dan Jaminan Keamanan
Menurut pengakuan korban, pelaku melakukan aksinya dengan modus mengiming-imingi doa keselamatan. Pelaku yang diduga sebagai petinggi ponpes itu mendekati korban dengan menjamin keamanan mereka, sebelum akhirnya melakukan tindakan pelecehan bahkan persetubuhan.
Artikel Terkait
Guru SD di Tangsel Diduga Cabuli Belasan Murid, Ini Kronologi dan Langkah Hukumnya
TPNPB Klaim Gagalkan Pendaratan Pesawat Wapres Gibran di Yahukimo: Fakta & Analisis
Pelecehan Seksual di Pengungsian Banjir Sumatera: Fakta & Solusi Pencegahan
Polisi di Asahan Tabrak 4 Motor dan Kabur: Kronologi Lengkap & Fakta Terbaru