TPNPB Klaim Gagalkan Pendaratan Pesawat Wapres Gibran di Yahukimo: Fakta & Analisis

- Kamis, 15 Januari 2026 | 23:25 WIB
TPNPB Klaim Gagalkan Pendaratan Pesawat Wapres Gibran di Yahukimo: Fakta & Analisis

"Benar, ada informasi penembakan. Pesawat Herkules yang ditumpangi Wapres kembali dari Wamena karena mungkin ada laporan alasan keamanan," tutur Theo Hesegem.

Pertanyaan atas Keamanan dan Agenda Kunjungan

Theo Hesegem mempertanyakan konsistensi penilaian keamanan di Papua oleh pemerintah pusat. "Kalau Wapres berangkat ke Jakarta tanpa berkunjung ke Kabupaten Yahukimo berarti Papua tidak aman, padahal pemerintah pusat dan intelijen menilai aman dan terkendali," ujarnya.

Menurutnya, insiden ini menunjukkan kerja intelijen yang dinilai tidak profesional. Ia juga mempertanyakan urgensi kunjungan yang dianggapnya lebih bersifat seremonial dan berkaitan dengan kepentingan infrastruktur, bukan penyelesaian konflik atau pelanggaran HAM di Papua.

"Pembangunan infrastruktur silakan saja dibangun, tetapi jika daerah tidak aman pasti ada korban. Ada pengalaman pengusaha pekerja dibunuh oleh TPNPB, tetapi pengalaman ini tidak pernah dievaluasi," tambah Hesegem.

Implikasi Konflik Bersenjata di Papua Tengah

Kejadian ini menyoroti kembali kompleksitas konflik bersenjata di wilayah Papua, khususnya di Yahukimo. Klaim dari TPNPB dan pembatalan kunjungan pejabat tinggi negara ini memperlihatkan kesenjangan antara narasi keamanan dari pusat dan realitas di lapangan.

Pembahasan publik kini tertuju pada efektivitas pendekatan keamanan, akurasi intelijen, dan kebutuhan akan resolusi konflik yang komprehensif di tanah Papua, di tengah agenda pembangunan infrastruktur yang masif.

Halaman:

Komentar