Kisah Ki Mulyono: Dalang Wayang yang Jadi Koruptor Pajak Miliran
Oleh: Rosadi Jamani
Mulyono Purwo Wijoyo, yang akrab disapa Ki Mulyono, bukanlah nama sembarangan. Ia adalah Kepala KPP Madya Banjarmasin, seorang dalang wayang kulit piawai, sekaligus tersangka korupsi pajak yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Kisahnya mengungkap ironi antara citra publik dan praktik korup di balik meja kantor.
Profil dan Karier Mulyono Purwo Wijoyo
Ki Mulyono adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan kualifikasi mentereng. Lulusan PKN STAN dan Universitas Indonesia, kariernya menanjak mulus. Dari KPP Banjarmasin, ia pernah menjabat sebagai Kepala KPP Pratama Tanjung pada 2023, sebelum akhirnya menduduki posisi puncak sebagai Kepala KPP Madya Banjarmasin sejak Juni 2025 (Eselon III.a).
Di luar kantor, ia dikenal sebagai figur inspiratif. Sebagai founder sanggar seni dan dalang kondang, akun Instagramnya @ki_mulyono.pw diikuti oleh lebih dari 43 ribu pengikut. Lakon-lakon yang dibawakan seringkali mengusung tema keadilan dan kebenaran, sebuah kontras tajam dengan tindakannya di dunia nyata.
Modus Korupsi dan Penangkapan oleh KPK
Pada 4 Februari 2026, KPK melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Banjarmasin. Mulyono diamankan bersama dua orang lainnya: satu ASN pajak dan satu pihak swasta. Barang bukti yang disita berupa uang tunai mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Modus yang digunakan adalah mempercepat proses restitusi Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk sektor perkebunan dengan imbalan sejumlah fee. Praktik ini menunjukkan bagaimana pelayanan publik dapat diperjualbelikan oleh oknum yang seharusnya menjadi penjaga negara.
Trend Korupsi di Lingkungan Pajak Awal 2026
Kasus Ki Mulyono bukanlah yang pertama. Sebulan sebelumnya, tepatnya Januari 2026, KPK telah lebih dulu menggelar OTT di KPP Madya Jakarta Utara. Delapan orang ditangkap, termasuk tiga pegawai pajak, dengan modus memangkas pajak hingga 80% melalui paket “all in” senilai Rp23 miliar.
Artikel Terkait
Viral Video Anies Baswedan & Intel TNI di Warung Soto: TNI Beri Klarifikasi
Liu Xiaodong, Otak Pencurian Emas 774 Kg di Ketapang, Dilimpahkan ke Kejaksaan
Surat Bunuh Diri Anak SD di NTT: Dampak Kemiskinan dan Tanggung Jawab Negara
Ancaman Militer AS ke Iran: Mengapa Diplomasi Paksaan Selalu Gagal?