Menanggapi ancaman yang membayangi, Iran dilaporkan telah memperkuat kemampuan militernya dengan menerima 1.000 unit drone atau UAV baru. Drone-drone ini didistribusikan ke berbagai cabang Angkatan Darat Iran untuk menghadapi situasi yang dianggap di ambang perang.
“Sesuai ancaman yang ada, Angkatan Darat mempertahankan dan meningkatkan keunggulan strategisnya untuk pertempuran cepat dan memberikan respons yang menghancurkan kepada setiap agresor,” ujar Panglima Angkatan Darat Iran, Brigadir Jenderal Amir Hatami.
Menurut laporan media Tasnim News, drone baru ini dikembangkan oleh spesialis militer bersama Kementerian Pertahanan, dengan mempertimbangkan pelajaran dari perang 12 hari pada Juni 2025. UAV tersebut memiliki beragam fungsi, mulai dari penghancur, ofensif, pengintaian, hingga perang elektronik, dengan kemampuan menargetkan sasaran tetap dan bergerak di darat, laut, dan udara.
Peringatan Keras Iran: Respons Akan Langsung dan Membalas
Juru bicara militer Iran, Brigadir Jenderal Mohammad Akraminia, memberikan peringatan keras bahwa respons Teheran terhadap aksi AS tidak akan terbatas atau sesingkat konflik sebelumnya. Ia menegaskan respons akan diberikan secara instan dan tegas.
“Kapal induk AS memiliki kerentanan serius dan banyak pangkalan Amerika di kawasan Teluk berada dalam jangkauan rudal jarak menengah kami,” katanya yang disiarkan televisi pemerintah.
Akraminia menambahkan, “Jika kesalahan perhitungan seperti itu dilakukan oleh Amerika, itu tidak akan seperti yang dibayangkan Trump—operasi cepat lalu dua jam kemudian berkicau bahwa semuanya selesai. Itu tidak akan terjadi.”
Peringatan ini semakin mengukuhkan situasi genting di Timur Tengah, di mana kedua pihak saling menunjukkan kekuatan dan kesiapan tempur, sementara dunia menantikan langkah politik selanjutnya dari Gedung Putih.
Artikel Terkait
Teman Kuliah Jokowi di UGM Bantah Ijazah Palsu: Roy Suryo Mengada-ada, Ini Faktanya
Tukang Es Gabus Bohongi Dedi Mulyadi Soal Rumah, Fakta Warisan Terungkap!
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji