Keraguan Publik dan Perkembangan Media
Refly Harun meragukan jika berkas kasus Roy Suryo sampai ke pengadilan, keaslian ijazah Jokowi akan dibuktikan secara tuntas seperti yang disampaikan Mahfud MD. Ia menduga proses hanya akan berfokus pada persidangan tersangka dengan pasal-pasal yang telah ditetapkan.
Lambatnya penanganan kasus ini dibandingkan kasus serupa di masa lalu, seperti yang dialami Bambang Tri dan Gus Nur, dianggap sebagai bukti lain melemahnya pengaruh Jokowi. Media juga terus menyoroti setiap perkembangan dan kejanggalan dalam kasus ini.
Pengakuan Rektor UGM dan survei yang menunjukkan tingkat kepercayaan publik tinggi terhadap keaslian ijazah, dinilai tidak serta-merta meredakan rasa ingin tahu masyarakat. Munculnya ijazah pembanding dari rekan-rekan seangkatan Jokowi yang dinilai "tidak klop" semakin menambah tanda tanya.
Efek Penerbitan SP3 dan Pertanyaan Publik
Penerbitan SP3 untuk laporan Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis sempat dianggap menunjukkan kekuatan Jokowi masih solid. Namun, efek dominonya justru membuat sejumlah pengamat yang awalnya netral atau membela mulai berbalik mempertanyakan. Mereka heran dengan kemudahan terbitnya SP3 tersebut.
Di luar kebutuhan uji materiil kertas dan tinta, pertanyaan publik yang paling mendasar adalah: apakah foto dalam ijazah tersebut benar-benar adalah Jokowi? Pertanyaan ini sejalan dengan komentar Rocky Gerung di awal kontroversi, yang menyindir, "Ijazahnya asli, tapi orangnya tidak."
Direktur ABC Riset & Consulting
Artikel Terkait
AS Kerahkan KC-135R, C-17A & F-15E ke Timur Tengah: Persiapan Serangan ke Iran?
Kapal Induk Luar Angkasa China: Fakta, Fiksi, dan Ambisi Geser AS
Whip Pink: Bahaya Narkoba Baru yang Merusak Jantung dan Paru-Paru
Podgeter: Bahaya, Perbedaan dengan Vape, dan Peringatan DJ Dinar Candy