Tak hanya jantung, saluran pernapasan juga jadi korban:
- Iritasi dan pembengkakan saluran napas.
- Batuk dan sesak napas akut.
- Efek lebih parah pada pengidap asma.
"Bisa menimbulkan iritasi pada saluran napas. Terjadi pembengkakan, batuk, hingga sesak napas yang akut," jelasnya.
Efek Jangka Panjang: Dari Euforia Semu hingga Kerusakan Otak
Pengguna awalnya merasakan euforia, rasa nyaman, dan kepercayaan diri yang instan. Namun, efek semu ini berujung pada adiksi dan kerusakan organ serius:
- Gangguan saluran pencernaan (mual, muntah, diare kronis).
- Kerusakan permanen pada mekanisme berpikir di otak.
"Kalau terus-menerus, selain adiksi, ke otak juga bisa berdampak pada gangguan cara berpikir," tutup Prof. Erlina.
Kesimpulan
Whip Pink adalah ancaman kesehatan serius yang menyamar sebagai produk biasa. Masyarakat, terutama orang tua dan remaja, harus waspada terhadap bahaya narkoba jenis baru ini yang dapat merusak jantung, paru-paru, dan otak secara permanen. Edukasi dan komunikasi terbuka tentang bahaya narkoba menjadi kunci pencegahan.
Artikel Terkait
Kapal Induk Luar Angkasa China: Fakta, Fiksi, dan Ambisi Geser AS
Podgeter: Bahaya, Perbedaan dengan Vape, dan Peringatan DJ Dinar Candy
Latihan Militer Kuba: Antisipasi Agresi AS & Upaya Hindari Nasib Venezuela
Analisis Dampak Perang AS vs Iran: Mengapa Timur Tengah Sangat Khawatir?