Latihan Militer Kuba: Antisipasi Agresi AS & Upaya Hindari Nasib Venezuela

- Minggu, 25 Januari 2026 | 22:25 WIB
Latihan Militer Kuba: Antisipasi Agresi AS & Upaya Hindari Nasib Venezuela

Dewan Pertahanan Nasional Kuba yang dipimpin Diaz-Canel baru-baru ini mengadakan pertemuan khusus. Tujuannya adalah meningkatkan tingkat kesiapan dan kohesi kepemimpinan negara. Pertemuan itu juga bertujuan "menganalisis dan menyetujui rencana dan langkah-langkah untuk transisi ke Keadaan Perang," seperti dikutip dari pernyataan resmi pemerintah, meski tanpa rincian lebih lanjut.

Latihan ini merupakan bagian dari doktrin "Perang Seluruh Rakyat", sebuah konsep strategis yang mempersiapkan mobilisasi massal warga sipil jika terjadi konflik bersenjata.

Respons Kuba atas Ultimatum Trump

Sebelumnya, Trump mendesak Kuba untuk segera bernegosiasi. Dalam postingan di Truth Social, ia menegaskan, "TIDAK AKAN ADA LAGI MINYAK ATAU UANG YANG AKAN MASUK KE KUBA - NOL! Saya sangat menyarankan mereka untuk membuat kesepakatan, SEBELUM TERLAMBAT."

Diaz-Canel membalas dengan tegas melalui platform X, menulis, "Kuba adalah negara yang bebas, merdeka, dan berdaulat. Tidak ada yang bisa mendikte kami." Ia menegaskan kesiapan pulau Karibia itu untuk membela tanah air hingga titik darah penghabisan.

Dampak Penangkapan Maduro dan Masa Depan Hubungan Kuba-Venezuela

Pernyataan Trump muncul pasca operasi AS yang menangkap Nicolas Maduro. Trump juga menyebut bahwa aliran minyak dan uang dari Venezuela ke Kuba akan terhenti, serta menyiratkan bahwa peran keamanan Kuba di Venezuela tidak lagi dibutuhkan.

Ketergantungan ekonomi Kuba pada minyak Venezuela telah berlangsung sejak kesepakatan dengan Hugo Chavez tahun 2000. Pemutusan aliran ini, ditambah dengan embargo perdagangan AS yang telah berlangsung lama, akan menjadi tekanan ekonomi berat bagi Havana.

Dengan latihan militer dan pernyataan siap tempur ini, Kuba jelas menunjukkan pilihan untuk memperkuat pertahanan sebagai jawaban atas tekanan diplomatik dan militer dari Washington, sambil berusaha menghindari skenario intervensi seperti yang terjadi di Venezuela.

Halaman:

Komentar