Lokasi Tuhan Menurut Ilmuwan Harvard: 439 Miliar Triliun Km di Cakrawala Kosmik?

- Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:00 WIB
Lokasi Tuhan Menurut Ilmuwan Harvard: 439 Miliar Triliun Km di Cakrawala Kosmik?

"Pengamatan astronomi dan teori relativitas Einstein menunjukkan bahwa waktu berhenti di Cakrawala Kosmik. Di jarak khusus itu, tidak ada masa lalu, kini, atau masa depan. Hanya ada keabadian," tulis Guillen. Ia menambahkan bahwa ruang di luar cakrawala itu mungkin bisa dihuni oleh entitas mirip cahaya.

Bantahan dan Kontroversi dari Dunia Sains

Namun, cara ilmuwan lain memandang cakrawala kosmik sangat berbeda. Mayoritas komunitas sains tidak sepakat bahwa waktu membeku di sana. Fenomena yang teramati adalah peristiwa yang tampak melambat dari perspektif kita akibat peregangan cahaya oleh ekspansi alam semesta, bukan karena waktu berhenti secara harfiah.

Analoginya, jika seseorang berada di cakrawala kosmik dan melihat ke Bumi, kehidupan di Bumi akan tampak melambat, padahal kenyataannya aktivitas manusia berjalan normal.

Kesimpulan: Spekulasi yang Belum Terbukti

Klaim Dr. Michael Guillen tentang lokasi Tuhan ini memang memicu perdebatan dan kontroversi. Hingga saat ini, teori tersebut tetap berada dalam ranah spekulasi dan belum didukung oleh bukti ilmiah yang kuat. Diskusi antara sains dan keyakinan terus berlanjut, dengan batasan antara keduanya yang sering kali mengundang pertanyaan mendalam.

Halaman:

Komentar