Orban menyebut bahwa pertemuan 27 kepala negara Eropa yang diikutinya tidak lagi membahas perdamaian. Alih-alih, pertemuan itu membahas mekanisme untuk menaklukkan Rusia, memaksa Moskow membayar ganti rugi, dan menyita aset untuk mendanai perang di Ukraina. Ia menegaskan bahwa negara adidaya Eropa seperti Prancis dan Jerman berada di balik inisiatif ini.
Sebagai tanggapan, Orban bersumpah bahwa Hongaria akan menolak mengirimkan tentara atau dana ke garis depan konflik semacam itu.
Bantahan Keras dari Uni Eropa
Klaim kontroversial Orban langsung dibantah oleh para pejabat Uni Eropa. Mereka menegaskan bahwa pertemuan tingkat tinggi yang dimaksud berfokus pada langkah-langkah keamanan defensif yang manusiawi, bukan persiapan perang ofensif.
Uni Eropa menilai pernyataan Orban sebagai upaya untuk menggambarkan Eropa sebagai pihak yang haus perang. Bantahan ini juga menyiratkan bahwa narasi Orban mungkin menguntungkan Moskow dan digunakan untuk memperkuat dukungan domestiknya di Hongaria, terutama menjelang pemilihan parlemen April 2026.
Para kritikus mempertanyakan waktu pernyataan Orban yang muncul di tengah meningkatnya ketegangan global, termasuk perang Ukraina dan kontroversi pernyataan Trump tentang Greenland di dalam NATO.
Artikel Terkait
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi Pemerintah & Dampaknya
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari: Daftar 28 Perusahaan dan Penyebab Pencabutannya
Kecelakaan Pesawat ATR di Maros: Basarnas Yakin Tak Ada Korban Selamat, Tapi Tetap Harap Mukjizat
Eggi Sudjana Bantah Ajukan Restorative Justice ke Jokowi: Analisis Lengkap & Fakta SP3