Putri Kandades Hasibuan, keluarga korban, mengonfirmasi temuan ini. "HP nya dapat di hutan dan sekarang sudah dipegang sama adik saya. Nah HP dia itu terhubung sama Smartwatch-nya, terus dicek ternyata ada pergerakan langkah kaki Farhan dari pagi sampai jam enam terus malam juga ada. Intinya pergerakan kaki langkah itu semakin lama semakin bertambah," ujarnya.
Data ribuan langkah dari smartwatch ini memunculkan dugaan kuat adanya pergerakan fisik dari pagi hingga malam hari setelah pesawat rute Yogyakarta–Makassar yang membawa 10 orang itu dinyatakan hilang kontak pada Sabtu lalu. Keluarga menyebut temuan ini sebagai harapan baru di tengah penantian dan meminta proses pencarian serta evakuasi dilakukan secara maksimal.
Pencarian SAR Terus Dilakukan Meski Cuaca Buruk
Sementara itu, Kepala Basarnas Marsekal Madya Mohammad Syafii menjelaskan bahwa operasi pencarian terus berjalan meski menghadapi tantangan cuaca buruk di Gunung Bulusaraung. Cuaca yang tidak menentu dengan hujan dan angin kencang kerap menghambat tim SAR gabungan.
"Kita berupaya dengan situasi yang ada kita ingin menemukan korban dalam kondisi hidup. Tantangan yang kita hadapi saat ini, alam dan cuaca," ucap Syafii. Pencarian saat ini difokuskan di empat sektor, mulai dari puncak gunung hingga lereng arah Kabupaten Maros.
Artikel Terkait
Eggi Sudjana Bantah Ajukan Restorative Justice ke Jokowi: Analisis Lengkap & Fakta SP3
Smartwatch Kopilot Farhan Gunawan Masih Aktif: Data Langkah Kaki Terus Bertambah Pasca Kecelakaan ATR 42-500
Jerman Bangkitkan Raksasa Militer: Target Jadi Angkatan Darat Terkuat Eropa 2026
Wali Kota Madiun Maidi Ditangkap KPK: Dugaan Fee Proyek & CSR, Kekayaan Rp16,9 M