Bukti Keberadaan di Rusia dan Rute Perjalanan
Pada 7 Januari 2026, Rio dikabarkan mengirimkan pesan WhatsApp berisi foto dan video kepada rekan sesama anggota. Dalam pesan tersebut, ia menunjukkan diri telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia, lengkap dengan dokumen pendaftaran dan informasi gaji dalam rubel.
Polda Aceh juga mengantongi bukti perjalanan Rio. Data paspor dan penumpang pesawat menunjukkan ia terbang dari Bandara Soekarno-Hatta (CGK) menuju Shanghai (PVG) pada 18 Desember 2025, kemudian ke Haikou (HAK) pada 19 Desember 2025.
Dasar Hukum Pemberhentian
Pemberhentian Rio didasarkan pada Pasal 13 Ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 1 Tahun 2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri, juncto pasal-pasal dalam Peraturan Kapolri Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi Polri dan KKEP. Sidang KKEP yang digelar secara in absentia (tanpa kehadiran terdakwa) pada 8 dan 9 Januari 2026 akhirnya memutuskan sanksi PTDH.
Dengan demikian, Polda Aceh menegaskan bahwa status Muhammad Rio saat ini sudah bukan lagi anggota Polri, menyusul tindakan desersi dan pelanggaran berat terhadap kode etik profesi.
Artikel Terkait
Daftar Lengkap 11 Korban Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros: Identitas Kru & Penumpang
Gaji Sabrang Noe Letto di DPN: Rincian & Besaran Setara Eselon IIA
Rismon Sianipar Minta Eggi Sudjana Minggir, Tanggapi Sindiran ke Roy Suryo
Eggi Sudjana Klarifikasi Pertemuan dengan Jokowi: Bukan Minta Maaf, Akhlak Presiden Luar Biasa