Arab Saudi, Oman, dan Qatar telah menyampaikan pernyataan tegas kepada AS. Mereka memperingatkan bahwa upaya untuk menggulingkan pemerintahan Iran hanya akan menyebabkan guncangan ekstrem pada pasar minyak dunia.
Kondisi tersebut justru diprediksi menjadi bumerang bagi perekonomian AS sendiri, yang akan dipicu oleh lonjakan harga komoditas dan inflasi global.
Sikap Netral dan Penolakan Arab Saudi
Arab Saudi juga telah mempertegas posisi diplomatiknya. Riyadh menyatakan akan bersikap netral jika konflik benar-benar pecah dan tidak akan mengizinkan militer AS menggunakan wilayah udaranya untuk menyerang Iran.
Negara-negara Teluk juga melayangkan peringatan keras agar Washington tidak memaksakan agenda perubahan rezim di Teheran. Strategi semacam itu dinilai sangat berisiko, dapat merusak stabilitas kawasan secara permanen, dan memicu perang berkepanjangan yang sulit dikendalikan.
Langkah preventif ini diambil setelah AS memberi instruksi kepada sekutunya di Teluk untuk bersiap menghadapi potensi konflik, yang menimbulkan kegelisahan mendalam mengenai keamanan infrastruktur energi dan kedaulatan wilayah mereka.
Artikel Terkait
India Desak 10.000 Warga Segera Tinggalkan Iran: Imbauan, Alasan & Dampak Ketegangan AS
Trump Acungkan Jari Tengah ke Pekerja: Janji Buka Arsip Epstein Terbukti Bohong?
Wajib Pajak Didenda Rp26,5 Juta Protes Aturan Standar Ganda Kantor Pajak
Ancaman Serangan AS ke Iran dalam 24 Jam: Analisis Lengkap Krisis & Dampaknya