Meskipun nama-nama bank yang menjadi korban pembobolan BI-FAST ini belum diungkap secara resmi, BI telah memerintahkan seluruh bank terkait untuk segera melakukan penguatan prosedur pengamanan transaksi. Langkah ini diambil untuk mencegah perluasan serangan dan mengamankan data nasabah.
Komitmen Penguatan Sistem Pembayaran Nasional
BI menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat keamanan sistem pembayaran nasional. Upaya yang dilakukan meliputi:
- Penguatan tata kelola Teknologi Informasi (TI) dan keandalan teknologi.
- Penerapan sistem pendeteksi penipuan (fraud detection system) yang lebih canggih.
- Peningkatan kesiapan respons insiden siber dan mekanisme audit.
- Peningkatan perlindungan konsumen di era transformasi digital keuangan.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri perbankan dan nasabah untuk selalu waspada dan memprioritaskan keamanan digital dalam setiap transaksi keuangan.
Artikel Terkait
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Roket Rusia & China di Venezuela
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi