BI-FAST Dibobol, Dana Nasabah 8 Bank Raib Rp800 Miliar
Sebuah serangan siber besar berhasil mengeksploitasi celah keamanan pada sistem transfer BI-FAST. Akibatnya, dana nasabah di 8 bank dilaporkan mengalami pembobolan dengan total kerugian mencapai Rp800 miliar dalam periode Juni 2024 hingga Maret 2025.
Respons Cepat Bank Indonesia dan Otoritas Terkait
Merespons insiden keamanan siber ini, Bank Indonesia (BI) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan aparat penegak hukum langsung berkoordinasi intensif. Tujuannya untuk melakukan pemulihan dan penguatan sistem keamanan transaksi digital.
Ramdan Denny Prakoso, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, menegaskan bahwa upaya penanganan fraud atau penipuan digital ini terus dipantau. Langkah ini krusial untuk menjaga stabilitas sistem pembayaran dan memastikan perlindungan konsumen tetap terpenuhi.
Artikel Terkait
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Roket Rusia & China di Venezuela
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi