Kaitkan dengan Pernyataan Kontroversial Kepala BNPB
Saldi Isra kemudian mengaitkan pentingnya mekanisme seleksi ini dengan pernyataan kontroversial Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto. Suharyanto sebelumnya viral karena menyebut bencana di Sumatra hanya mencekam di media sosial
, pernyataan yang menuai kritik luas.
Saya ini sebetulnya agak merasa sedih juga pernyataan seorang perwira tinggi soal bencana di Sumatera Barat itu,
kata Saldi. Ia mempertanyakan kualitas seleksi bagi perwira yang menduduki jabatan sipil penting. Ini memang diseleksi secara benar atau tidak itu? Masa bencana dikatakan hanya ributnya di medsos saja,
imbuhnya.
Permintaan Maaf Kepala BNPB
Sebelumnya, Kepala BNPB Suharyanto telah meminta maaf kepada Bupati Tapanuli Selatan, Gus Irawan Pasaribu, setelah melihat langsung dampak banjir di Desa Aek Garoga. Saya tidak mengira sebesar ini. Saya mohon maaf Pak Bupati. Ini, bukan berarti kami tidak peduli begitu,
ujar Suharyanto. BNPB memastikan tetap akan membantu masyarakat terdampak bencana.
Sidang MK ini menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam penempatan personel militer di lembaga sipil, terutama menyangkut kompetensi dan sensitivitas sosial di posisi strategis penanganan bencana.
Artikel Terkait
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Roket Rusia & China di Venezuela
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi