Kedekatan PBNU dengan pemerintah, pengelolaan tambang, serta banyaknya kader yang menempati jabatan strategis di berbagai kementerian, turut memunculkan persepsi publik tentang praktik bagi-bagi kekuasaan. Situasi ini dinilai rentan terhadap isu mobilitas aliran dana yang tidak jelas.
Isu ini semakin kompleks dengan terseretnya nama adik kandung Gus Yahya, yaitu mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas atau Gus Yaqut, dalam kasus dugaan korupsi kuota haji yang sedang ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
"Kebetulan adiknya Ketum PBNU itu yang saya kira sangat mendiskreditkan posisinya Ketum sekarang. Walaupun ada isu demi khittah NU, aliran uang dan soal lain-lain itu sebenarnya hanya menjadi jembatan alat saja," jelas Adib.
Lebih lanjut, Adib menambahkan bahwa KPK disebutkan telah lama membidik kasus yang menyeret Gus Yaqut, meskipun hingga saat ini belum terlihat progres penanganan yang konkret dari lembaga antirasuah tersebut.
Artikel Terkait
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Analisis Protes Berdarah & Ancaman Balasan
Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina Pakai Rudal S-300: Fakta dan Analisis
Meteo MSN: Cek Cuaca Akurat & Real-Time Hari Ini (Panduan Lengkap)
Java FX: Platform Trading Forex Terpercaya dengan Edukasi & Teknologi MT5