Operasi Polisi Brasil di Rio Tewaskan 119 Orang, Picu Kontroversi HAM
Operasi polisi Brasil di Rio de Janeiro berakhir tragis dengan korban jiwa mencapai 119 orang. Jumlah ini hampir dua kali lipat dari laporan awal yang menyebutkan 60 korban tewas dalam penggerebekan terhadap jaringan pengedar narkoba pada Selasa lalu.
Detil Operasi Polisi di Kompleks Penha dan Alemao
Sekitar 2.500 personel polisi diterjunkan dalam operasi bergaya militer di kawasan Penha Complex dan Alemao Complex, wilayah utara Rio. Aparat menggunakan kendaraan lapis baja, helikopter, dan drone untuk memburu geng narkoba Comando Vermelho. Polisi menuduh geng tersebut menembaki aparat, memasang barikade di dalam bus, hingga mengoperasikan drone yang dimuati bahan peledak.
Kecaman Masyarakat dan Tuduhan Eksekusi Brutal
Operasi ini menuai kecaman keras dari warga dan aktivis HAM yang menuduh polisi melakukan eksekusi di luar hukum. Seorang perempuan di lokasi menyatakan kepada AFP, "Negara datang untuk pembantaian, bukan operasi polisi. Mereka datang untuk membunuh."
Aktivis setempat, Raul Santiago, memperkuat tuduhan tersebut dengan mengatakan, "Banyak orang ditembak di belakang kepala dan punggung. Ini tidak bisa dianggap sebagai keselamatan publik."
Artikel Terkait
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Kue Pakai Spons
Anwar Abbas Peringatkan Prabowo: Waspada Siasat Dewan Perdamaian AS-Israel Caplok Palestina