Meski mengaku kadang merasa dongkol dengan kritik yang diterimanya, Prabowo menyatakan bahwa ia selalu menghargai pendapat orang lain dan mencatatnya sebagai bahan evaluasi untuk dirinya.
“Saya suka malam-malam suka buka podcast podcast itu, kadang-kadang dongkol juga ya, apa ini? Tapi saya catat oh oke,” jelasnya.
Filosofi Kepemimpinan Prabowo: Hati Lapang dan Tanpa Dendam
Menurut Presiden Prabowo, seorang pemimpin harus memiliki hati yang lapang dalam menerima setiap masukan. Ia menegaskan bahwa kritik adalah bagian penting dari proses untuk memperbaiki diri dan mencegah terulangnya kesalahan yang sama di masa depan.
"Dan saya punya filosofi dalam pengabdian kepada bangsa dan negara, tidak boleh diikuti oleh rasa sakit hati, jangan,” tandasnya tegas.
Pernyataan ini semakin mengukuhkan komitmennya untuk memimpin dengan mendengarkan suara rakyat dan menjalankan tugasnya tanpa dibebani rasa dendam.
Artikel Terkait
Militer AS Siap Serang Iran: Pentagon Laporkan Kesiapan Penuh ke Trump, Iran Balas dengan 1.000 Drone Baru
Bappenas: Program Makan Bergizi (MBG) Lebih Mendesak daripada Lapangan Kerja, Ini Alasannya
Pro Kontra Kasus Es Gabus Spons: Analisis Pandangan Firdaus Oiwobo vs Susno Duadji
Babinsa Serda Heri Dihukum 21 Hari Usai Tuduh Pedagang Es Kue Pakai Spons