Pada tahun 2024, Kluivert mengalami situasi serupa ketika ditunjuk sebagai pelatih klub Turki, Adana Demirspor. Ia diberhentikan kurang dari 6 bulan kemudian. Berdasarkan laporan resmi dari FIFA Football Tribunal, dalam kasus tersebut Kluivert menerima:
- Kompensasi sebesar 150 ribu euro (setara dengan Rp2,9 miliar).
- Remunerasi tambahan senilai 142.666 euro (setara dengan Rp2,74 miliar).
Total nilai yang diterimanya kala itu lebih dari Rp5,6 miliar. Angka inilah yang kini menjadi patokan kasar untuk memperkirakan besaran kompensasi yang mungkin diterima Kluivert dari PSSI. Laporan FIFA secara tegas menyatakan, Pemutusan hubungan kerja Kluivert menimbulkan konsekuensi kompensasi.
Sejarah Masa Jabatan Singkat Kembali Terulang
Dengan pemecatan ini, Patrick Kluivert kembali mencatatkan sejarah sebagai pelatih dengan masa jabatan yang singkat. Mirip dengan pengalamannya di Turki, ia belum genap setahun menangani Timnas Indonesia. Posisinya mulai goyah setelah kekalahan dari Irak pada 12 Oktober 2025, dan hanya dalam empat hari, PSSI secara resmi mengakhiri kerjasama dan turut memberhentikan seluruh staf pelatih asal Belanda.
Artikel Terkait
Klaim Dewan Perang Rahasia Eropa & Ancaman Perang Dunia 3: Fakta atau Fiksi?
Restrukturisasi Utang Kereta Cepat Whoosh (KCJB): Solusi Pemerintah & Dampaknya
Prabowo Cabut Izin PT Toba Pulp Lestari: Daftar 28 Perusahaan dan Penyebab Pencabutannya
Kecelakaan Pesawat ATR di Maros: Basarnas Yakin Tak Ada Korban Selamat, Tapi Tetap Harap Mukjizat