Ubedilah mengaku sejak awal telah menentang proyek ini karena dianggap sebagai bisnis yang tidak rasional dan bukan merupakan kebutuhan prioritas bagi masyarakat. Kekhawatirannya kini terbukti. Ia bahkan memproyeksikan kerugian akan terus membesar, dengan perkiraan kerugian mencapai Rp1,6 triliun hanya di semester pertama tahun 2025.
Dengan kondisi keuangan yang terus memburuk, pertanyaan besar mengemuka tentang kemampuan Indonesia melunasi utang yang mencapai ratusan triliun. Ubedilah menggambarkan situasi ini sebagai sebuah bom waktu yang siap meledak dan mengancam stabilitas keuangan.
Sumber: Bom Waktu Kereta Cepat Whoosh: Jokowi Ditagih Tanggung Jawab Utang Rp118 T dan Rugi Triliunan
Artikel Terkait
Ketua RT Tabung Gaji 7 Tahun untuk Beli Drone Ronda, Ini Kisah Inspiratifnya
Daftar Lengkap 11 Korban Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros: Identitas Kru & Penumpang
Anggota Brimob Aceh Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Gabung Tentara Bayaran Rusia
Gaji Sabrang Noe Letto di DPN: Rincian & Besaran Setara Eselon IIA