Bom Waktu Kereta Cepat Whoosh: Utang Rp118 T dan Kerugian Triliunan, Jokowi Ditagih Tanggung Jawab
Polemik proyek Kereta Cepat Whoosh kembali memanas setelah terungkapnya besarnya beban utang dan kerugian operasional. Akademisi dan aktivis Ubedilah Badrun menegaskan bahwa Presiden Joko Widodo (Jokowi) merupakan pihak yang paling bertanggung jawab atas kekisruhan finansial yang melanda proyek strategis nasional ini.
Ubedilah menyoroti bahwa keputusan awal untuk merealisasikan proyek dan memilih Tiongkok sebagai mitra adalah kebijakan Jokowi sebagai kepala negara. Dalam sebuah podcast, Ubedilah dengan tegas menyatakan, Saya kira kalau saya boleh katakan, ya Joko Widodo (yang harus tanggung jawab)... Karena (Jokowi) mengubah tadinya dengan Jepang daripada dengan China, dan saat itu presidennya adalah Joko Widodo.
Sorotan publik terhadap proyek ini semakin kuat setelah diketahui bahwa utang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) Whoosh membengkak hingga mencapai Rp118 triliun. Yang lebih memprihatinkan, sejak beroperasi, kereta cepat ini justru terus mencatatkan kerugian hingga Rp4,1 triliun per tahun.
Artikel Terkait
Ketua RT Tabung Gaji 7 Tahun untuk Beli Drone Ronda, Ini Kisah Inspiratifnya
Daftar Lengkap 11 Korban Pesawat ATR 400 Hilang Kontak di Maros: Identitas Kru & Penumpang
Anggota Brimob Aceh Dipecat Tidak Hormat Usai Diduga Gabung Tentara Bayaran Rusia
Gaji Sabrang Noe Letto di DPN: Rincian & Besaran Setara Eselon IIA