GELORA.ME - Calon Presiden (Capres) Nomor Urut 1 Anies Baswedan menyebut solusi untuk penanganan permasalahan sengketa lahan di Indonesia dilakukan berbeda-beda. "Jangan satu solusi untuk semua masalah. Dan itu salah satu pendekatan kami.
Tidak satu solusi untuk semua," kata Anies sebelum berangkat memulai kampanye hari pertama di kediamannya, Jakarta, Selasa (28/11/2023).
Menurut dia, suatu solusi permasalahan sengketa lahan di suatu daerah, belum tentu bisa disamakan atau diaplikasikan ke daerah lainnya.
Anies menyatakan hal tersebut saat menyinggung permasalahan sengketa lahan di Kampung Tanah Merah, Jakarta Utara.
Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menjelaskan, Kampung Tanah Merah memiliki permasalahan sengketa lahan dengan sebuah perusahaan milik negara.
Kemudian, kata dia, warga di kampung tersebut menyampaikan aspirasinya terkait sengketa lahan tersebut di tahun 2016.
Lalu saat Anies menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta, dirinya menerbitkan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) secara kolektif bagi warga Kampung Tanah Merah sebagai solusi sementara.
"Sehingga warga bisa mendapatkan akses air minum listrik bisa dapat izin usaha mikro dan kecil (IUMK) dan urusan-urusan lain," ujarnya.
Proses peradilan sengketa lahan kampung itu pun pada saat itu tetap berjalan, namun menurutnya kebutuhan masyarakat harus tetap terpenuhi.
Artikel Terkait
Aturan Cukai Baru Purbaya: Legalkan Rokok Ilegal & Tambah Tarif Pekan Depan
Pengeroyokan Guru SMK di Jambi: Kronologi Lengkap, Klarifikasi Celurit, & Respons Dinas Pendidikan
Ammar Zoni Dijanjikan Rp100 Ribu per Gram Jadi Gudang Sabu di Rutan, Ini Fakta Sidangnya
10 Marketplace Terbaik Beli Blueprint Arc Raiders 2026: Ulasan & Rekomendasi