GELORA.ME - Asap hitam mengepul dari sebuah kapal kargo yang dikelola oleh sebuah perusahaan milik miliarder Israel hanya beberapa detik setelah dihantam pesawat tak berawak alias drone di Samudera Hindia.
Meski tepat mengenai bagian lambung kapal, disebutkan seluruh awak selamat, serangan hanya sebabkan kerusakan ringan. Mengutip Reuters, Minggu (26/11), kapal tersebut berjenis CMA CGM SYMI berbendera Malta, yang baru-baru ini berganti nama menjadi Mayet.
Mengonfirmasi penyerangan, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS) menuduh Iran sebagai dalang dari kejadian tersebut dengan menggunakan drone Shahed-136.
"Iran telah memasok drone Shahed-136 kamikaze ke Rusia untuk digunakan di Ukraina. Mereka membawa hulu ledak kecil yang meledak saat terkena benturan," tulis laporan itu.
Menurut AP, awak kapal bersikap seolah-olah mereka yakin kapal tersebut mungkin menghadapi ancaman karena mereka telah mematikan sistem pelacakannya sejak Selasa, setelah meninggalkan pelabuhan Jebel Ali di Dubai.
Artikel Terkait
Aturan Baru BGN: Larangan Bawa Pulang Makanan MBG, Ini Tujuan & Dampaknya
Polisi dan TNI Minta Maaf, Hasil Lab Buktikan Es Gabus Aman dari Spons
Bahaya Gas Tertawa Whip Pink: BNN Peringatkan Risiko Kematian Pasca Kasus Lula Lahfah
Bahaya Nge-Whip: Henti Jantung Mendadak hingga Risiko Fatal Nitrous Oxide