GELORA.ME - Sosok Amangkurat I, Raja Otoriter, Bersahabat dengan Ratu Belanda, Pembunuh Adik dan Ulama.
Amangkurat I menjadi Raja Mataram Islam setelah ayahnya Sultan Agung Mataram Hanyakrakusumo wafat.
Namun berbeda dengan Sultan Agung Hanyakrakusumo yang ditakuti dan disegani Pasukan Ratu Belanda. Amangkurat I justru sangat lembek kepada Kolonial Belanda, ia memilih untuk mencari kesenangan duniawi semata.
Masa Raja Amangkurat I disebut sebagai periode terburuk Kerajaan Mataram Islam.
Sebab Belanda semakin bebas mencengkeram untuk menguasai hasil bumi.
Disisi lain Amangkurat I justru semakin dikenal sebagai raja otoriter di kalangan rakyat.
Amangkurat I membunuh adiknya sendiri Pangeran Alit, membunuh banyak ulama dan para pengikut yang dianggapnya jadi penentang.
Selain itu, banyak kerajaan mulai melepaskan diri dari hubungan dengan Kerajaan Mataram.
Sultan Agung adalah sosok yang baik dalam hal sifat, kepemimpinan, maupun berbagai kebijakan yang diambil.
Amangkurat I adalah sultan yang terkenal kejam dan tidak memperhatikan kepentingan rakyat.
Kekejaman Amangkurat I itu dapat dilihat dalam berbagai kebijakan politik dan tindakannya.
Amangkurat membunuh seluruh pengawal adiknya, Pangeran Alit, dan keluarganya.
Amangkurat I kemudian mengumumkan bahwa kematian adiknya adalah akibat hasutan kalangan ulama.
Amangkurat I pun menyuruh mendata semua ulama yang dicurigai serta sanak keluarga mereka.
Sekitar 6.000 orang ulama dan keluarganya dikumpulkan di alun-alun Pleret dan dalam setengah jam semua dibunuh tanpa sisa.
Sifatnya yang kejam dan bengis membuat rakyat tidak menyukai Amangkurat I.
Sehingga, satu per satu wilayah di pesisir mulai memberontak dan melepaskan diri dari Mataram.
Karenanya, kekuasaan Mataram pun semakin melemah hingga akhirnya Amangkurat I harus bersekutu dengan VOC.
Keputusan Amangkurat I bersekutu dengan VOC merupakan keputusan yang salah.
Artikel Terkait
Discombobulator: Senjata Rahasia AS Lumpuhkan Roket Rusia & China di Venezuela
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata
Rocky Gerung Diperiksa Polda Metro Jaya sebagai Saksi Kasus Ijazah Jokowi: Fakta dan Kronologi