“Apa (jenisnya), Pertalite?" tanya Gibran singkat.
Setelah warga mengonfirmasi bahwa harga selangit itu berlaku untuk semua jenis BBM termasuk solar, Gibran memberikan jawaban yang kini menjadi buah bibir. Alih-alih menjanjikan intervensi harga jangka pendek atau solusi distribusi energi, Gibran justru mengalihkan fokus pada proyek infrastruktur yang tengah ia tinjau.
"Nanti saya atasi ya, kita ini dulu mau aspal jalan-jalannya dulu ya, bareng-bareng sama inflasi jadi," jawab Gibran dengan nada bicara yang dinilai sebagian netizen cukup cuek.
Tuai Pro dan Kontra Netizen
Meskipun warga dalam video tersebut akhirnya mengucapkan terima kasih atas rencana pengaspalan jalan, narasi di media sosial justru berkembang liar. Banyak netizen yang menyayangkan sikap Gibran yang dianggap "minimalis" dalam menunjukkan empati.
Respons Gibran yang menjawab persoalan harga energi dengan janji pembangunan jalan dianggap tidak menjawab urgensi kebutuhan mendesak warga. Netizen menyoroti kontras antara urgensi warga yang kesulitan membeli BBM dengan sikap tenang—bahkan cenderung minim emosi—dari sang Wakil Presiden.
Hingga berita ini diturunkan, video tersebut terus menuai beragam komentar dan dibagikan ulang, memicu diskusi panjang soal komitmen pemerintah dalam mewujudkan "BBM Satu Harga" di tanah Papua.
Artikel Terkait
Rustam Effendi Beberkan Nasihat Rizal Ramli: Hati-hati dengan Eggi Sudjana yang Bisa Balik Badan
NasDem Sindir Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan Pilpres 2029: Analisis Lengkap
Fakta Baru Sidang Ijazah Jokowi: KPU Akui Pernah Upload Dokumen Asli Tanpa Sensor
Mahfud MD Puji Prabowo & Gerindra Tak Campuri OTT KPK: Analisis Lengkap