“Ini kesempatan Gerindra menghimpun dukungan masyarakat. Biarin aja meskipun anak buah saya. Tidak ada urusan, ambil saja kalau korupsi,” tambahnya.
Prabowo Bisa Halangi, Tapi Memilih Tidak
Mahfud juga menyoroti bahwa Presiden Prabowo sebenarnya memiliki kapasitas untuk melakukan intervensi. Namun, pilihan untuk membiarkan proses hukum berjalan dinilainya sebagai keputusan politik yang tepat.
“Kalau mau dilindungi kan gampang saja presiden halangi,” katanya menegaskan.
Komentar yang Tepat di Waktu yang Tepat
Pernyataan Mahfud MD ini ramai diperbincangkan publik. Komentar ini muncul di saat kepercayaan masyarakat terhadap konsistensi pemberantasan korupsi membutuhkan penguatan dan bukti nyata dari semua pihak, termasuk pemerintah dan partai politik.
Analis memandang pernyataan ini sebagai bentuk penekanan bahwa proses hukum harus berjalan tanpa tekanan, sekaligus apresiasi untuk langkah yang diambil oleh kepemimpinan saat ini.
Artikel Terkait
Pertemuan Eggi Sudjana dan Damai Lubis dengan Jokowi: Diplomasi Tingkat Tinggi Menuju Restorative Justice
Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi Dinilai Blunder: Analisis dr Tifa & Refly Harun
Thomas Djiwandono Mundur dari Gerindra, Jawab Isu Independensi BI
Gerakan Rakyat Usung Anies Baswedan Capres 2029, Demokrat Pertanyakan Lolos Verifikasi KPU