Posisi Golkar Dinilai Rawan dan Berbahaya
Lebih lanjut, Riza memaparkan bahwa di bawah kepemimpinan Bahlil dan Sarmuji, posisi Golkar digambarkan sangat rawan dan berbahaya. Partai yang pernah menjadi pemenang pemilu ini disebut terancam degradasi atau penurunan kelas pada pemilu yang akan datang.
Oleh karena itu, Riza mengimbau para sesepuh dan mantan ketua umum Partai Golkar untuk segera turun tangan. Nama-nama seperti Akbar Tandjung, Jusuf Kalla, Aburizal Bakrie, Agung Laksono, Setya Novanto, dan Airlangga Hartarto disebut diharapkan dapat menyelamatkan partai dari krisis.
Peringatan dari Kasus di Sumatera Utara
Riza juga mengingatkan agar kasus pemberhentian Ijeck (sebutan untuk kader Golkar di Sumut) tidak dianggap sepele. Menurutnya, kasus tersebut berpotensi berimplikasi secara nasional dan memperparah kondisi partai.
Dengan adanya konflik internal dan tuduhan pengkhianatan ini, Partai Golkar dihadapkan pada tantangan berat untuk mempersatukan barisan dan memulihkan kepercayaan publik menjelang kontestasi pemilu mendatang.
Artikel Terkait
Roy Suryo Ungkap 2 Bukti Kuat Dugaan Pemalsuan Skripsi Jokowi di Polda
Mahfud MD Buka Suara: Alur Informasi ke Presiden Sering Tak Utuh, Banyak Saringan Birokrasi
KPK Sita 3 Kg Emas dan Uang Miliaran Rupiah dari OTT Mantan Pejabat Bea Cukai
Analisis Dukungan Jokowi ke Prabowo-Gibran 2 Periode: Strategi 2029 atau Sinyal Politik?