Kondisi ini membuat Yenny khawatir NU hanya dijadikan alat. "Ini berarti NU hanya dipakai sebagai muhalil saja, hanya sebagai alat legitimasi. Jangan sampai NU masuk ke dalam 'jebakan Batman' semacam ini."
Usulan dan Solusi dari Yenny Wahid
Yenny mendukung agar konsesi tambang dikembalikan kepada pemerintah. Jika ingin membantu ormas, bantuan sebaiknya berupa dana segar untuk sektor pendidikan dan kesehatan.
"Lebih baik uangnya saja, bisa dipakai untuk membangun sekolah, pondok pesantren, atau rumah sakit. Itu jauh lebih bermanfaat," cetusnya.
Konflik di PBNU Dipastikan karena Tambang
Direktur Jaringan Moderat Islam, Islah Bahrawi, menuturkan bahwa konflik di PBNU memang terjadi karena persoalan tambang. “Saya pastikan memang, persoalan konflik di PBNU itu persoalan tambang,” kata Islah dalam sebuah podcast.
Islah membeberkan bahwa PBNU terikat komitmen dana besar dengan perusahaan. “PBNU terikat Rp40 miliar sejak awal dengan perusahaan-perusahaan ini.”
Dia juga menyoroti waktu keluarnya Izin Usaha Pertambangan (IUP). “IUP ini kan dikeluarkan di jaman Pak Jokowi, jadi bagaimana yah.”
Yenny menegaskan komitmennya menjaga NU. "Jamiah Nahdlatul Ulama ini jauh lebih besar dari urusan remeh-temeh seperti tambang. Mari kita selamatkan organisasi ini," pungkasnya.
Artikel Terkait
Jokowi Bekerja Mati-Matian untuk PSI: Analisis Motif Politik untuk Gibran dan Kaesang
Desakan Pencopotan Dahnil Anzar: Polemik Kata Cangkem ke Buya Anwar Abbas dan Kronologi Lengkap
Polisi Gerebek Markas Judi Online Jaringan Kamboja di Palembang, 2 Tersangka Diamankan
Desak Prabowo Copot Dahnil Anzar, Aktivis Muhammadiyah Protes Ucapan Cangkem ke Anwar Abbas