"Saya mungkin berbeda dengan pandangan, ini justru dua kekuatan yang sangat besar, dua kekuatan penopang utama dengan tupoksi yang berbeda, bukan bersaing. Dua ini ibarat rel kereta api dengan tujuan yang sama," ujar Anton Permana.
Lebih lanjut, Anton memaparkan pembagian peran di antara keduanya. Menurut analisnya, Sufmi Dasco Ahmad lebih difokuskan pada ranah politik dan komunikasi kebijakan sipil.
Sementara itu, peran Sjafrie Sjamsoeddin lebih terkonsentrasi pada bidang pertahanan dan isu-isu strategis seperti pemberantasan illegal mining.
"Ini hanya teknis saja. Mungkin di saat sekarang Pak Sjafrie dalam hal pemberantasan illegal mining. Tapi dalam hal komunikasi politik, masalah kebijakan-kebijakan (ada di) Dasco. Saya lihat ini dua kekuatan yang besar," pungkas Anton Permana.
Dengan demikian, analisis ini menyimpulkan bahwa keduanya berfungsi sebagai pilar pendukung yang solid untuk pemerintahan Prabowo Subianto, dengan tugas dan fungsi yang saling melengkapi.
Artikel Terkait
KPK Finalisasi Kerugian Negara Kasus Korupsi Kuota Haji 2024, Yaqut-Gus Alex Tersangka
SP3 Kasus Ijazah Jokowi: Keadilan Restoratif Terjungkirbalik, Kata Aktivis
Prodem Minta Polri Tetap di Bawah Presiden: Alasan, Dampak, dan Analisis Lengkap
SP3 Eggi Sudjana Bermasalah Hukum: Pengamat Soroti Pelanggaran KUHAP & Restorative Justice