Namun demikian, Mardani mengingatkan agar pertemuan seperti itu dilakukan secara terbuka dan transparan. Menurutnya, publik berhak mengetahui konteks dan hasil pembicaraan antarnegara dan tokoh bangsa.
“Jika terbuka dan disampaikan ke publik, akan jadi pendidikan politik yang baik,” tegasnya.
Politikus PKS itu juga menyarankan agar pembahasan dalam pertemuan semacam ini difokuskan pada isu-isu besar yang menyangkut kepentingan nasional.
“Sebaiknya batasi pembahasan pada aspek strategis dan fundamental. Untuk urusan kebangsaan dan negara,” pungkas Mardani.
Pertemuan antara Prabowo dan Jokowi sendiri berlangsung tertutup. Publik berharap, silaturahmi kedua tokoh itu benar-benar membawa manfaat bagi stabilitas politik dan kemajuan Indonesia ke depan
Sumber: RMOL
Artikel Terkait
Rizki Abdul Rahman Wahid: Profil, Kaitan PMII, dan Relawan Gibran Pelapor Pandji
Agus Pambagio Sebut DNA Pegawai Pajak Rampok, Usul Hukuman Mati untuk Koruptor
KPK Ungkap Konstruksi Korupsi Kuota Haji: Dari Pertemuan Jokowi-MBS hingga Pembagian 50:50
Eggi Sudjana Akui Keaslian Ijazah Jokowi? Ini Klarifikasi Peradi Bersatu