GELORA.ME -Peluang Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menarik Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) menjadi bagian dari koalisi dalam mengusung Ganjar Pranowo sebagai capres tahun 2024 mendatang nampak sulit diwujudkan.
Demikian analisa pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, M. Jamiluddin Ritonga kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (14/7).
Jamiluddin menilai, PKB akan tetap bersama Gerindra di Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya (KKIR). Alasannya, karena Prabowo sudah memberi kewenangan besar pada Ketua Umum DPP PKB, Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) dalam menentukan siapa sosok calon wakil presiden pendamping Prabowo.
Artikel Terkait
Elektabilitas AHY 2029 Ungguli Gibran & Anies, Survei Terbaru Bocorkan Peringkat
Damai Hari Lubis Buka Suara: Ini Alasan Temui Jokowi dengan Eggi Sudjana & Kisah Firaun
12 Perusahaan Diduga Picu Bencana Ekologis Sumatera, KLHK Lakukan Penegakan Hukum
Kades Kohod Divonis 3,5 Tahun Penjara: Kronologi Kasus Korupsi Pagar Laut Tangerang