"Jadi ini sebetulnya upaya untuk meredam cawe-cawenya Pak Jokowi. Jadi sebetulnya pertemuan antara Puan dan AHY menandakan sebenarnya Megawati menginginkan ada tiga calon."
"Tetapi kalau di putaran kedua, dengan asumsi Ganjar yang akan maju berhadapan dengan Prabowo, maka koalisi perubahan akan gabung dengan Ganjar," kata dia.
Di satu sisi, Jokowi dinilai selalu bersikap zigzag melangkah ke kiri dan ke kanan. Ketidakpastian sikap Jokowi inilah yang dinilai mengkhawatirkan PDIP.
"Jadi pertemuan kemarin itu menunjukkan bahwa Megawati hendak menghukum Jokowi, dengan memanggil atau berupaya bertemu dengan pihak SBY."
"Jelas sinyalnya bahwa Megawati mau bilang 'Eh Pak Jokowi, kita enggak ada soal dengan Anies' kira-kira begitu," kata Rocky.
Itu artinya kultur politiknya kini sudah berubah. Di mana Jokowi tentu didorong untuk sepenuhnya mendukung Prabowo Subianto.
Sumber: poskota
Artikel Terkait
Ferdinand Hutahaean Tantang KPK Panggil Jokowi: Analisis Kasus Korupsi Kuota Haji
Kasus Ijazah Palsu Jokowi: Laboratorium Hukum Nasional Menurut Susno Duadji
Menhan Sjafrie Lantik 12 Tenaga Ahli DPN, Termasuk Sabrang Letto dan Anak Hotman Paris
Kurnia Nangis Merasa Dikhianati Eggi Sudjana Pilih Damai dengan Jokowi: Kronologi Lengkap