Alih-alih, Jokowi disebut justru bertindak layaknya sebagai masyarakat biasa yang punya preferensi politik dan sangat menggebu-gebu mendukung calon politiknya. Padahal, sebagai Presiden, Refly Harun menganggap kalau Jokowi harus lebih berhati-hati dalam bertindak.
“Dia harus memainkan peran penyeimbang. Dia harus paham bahwa kapal republik ini adalah kapal besar yang bakal karam kalau dia berat sebelah. Dia harus berpikir bahwa 2024 nanti saatnya meletakkan pondasi bagi demokrasi yang lebih baik,” tuturnya.
Menurut Refly Harun, jika Jokowi berdemokrasi dengan baik dan adil, dirinya bisa jadi akan dikenang sebagai sosok bapak demokrasi yang berusaha membangun negara lebih baik lagi. Apalagi, kemenangan Jokowi di Pilpres sebelumnya juga tidak lepas dari kecurangan.
Sayangnya, hingga sekarang, Jokowi justru lebih mengutamakan melanjutkan kekuasaannya dan cenderung memaksakan keinginannya sendiri. Refly Harun sendiri berharap kalau ini bisa berubah ketika Pilpres 2024 benar-benar mendekat.
Sumber: kontenjatim
Artikel Terkait
Target PSI di Jawa Tengah 2029 Dinilai Mimpi, Ini Analisis Pengamat
KPK Ungkap Travel Haji Masih Ragu Kembalikan Uang Korupsi Kuota, Baru Rp100 Miliar Disetor
Roy Suryo Bongkar Klaim Pertemuan Eggi-Damai dengan Jokowi Atas Nama TPUA
Rizki Abdul Rahman Wahid: Profil, Kaitan PMII, dan Relawan Gibran Pelapor Pandji