Perubahan gaya komunikasi Purbaya terjadi di tengah meningkatnya fokus terhadap disiplin komunikasi pejabat pemerintah. Hal ini terutama setelah beberapa pernyataan menteri memicu tafsir beragam di kalangan masyarakat.
Analisis Gaya Komunikasi Pejabat oleh Mantan PCO
Hasan Nasbi, mantan Kepala Public Communication Office (PCO) yang kini menjabat Komisaris Pertamina, memberikan analisis mendalam mengenai gaya komunikasi pejabat. Menurutnya, gaya komunikasi yang reaktif dan ceplas-ceplos tanpa koordinasi antar-kementerian dapat melemahkan soliditas pemerintah.
"Kalau kita bicara dalam konteks pemerintah, sesama anggota kabinet enggak bisa baku tikam terus-terusan di depan umum. Karena itu akan melemahkan pemerintah," tegas Hasan.
Dampak Komunikasi "Koboi" di Mata Publik
Hasan juga mengkritik gaya komunikasi yang terlalu "koboi" atau tampil spontan di depan publik. Menurut penilaiannya, gaya seperti ini hanya memberikan efek hiburan sementara. "Setelah beberapa bulan nanti, yang ditagih itu bukan lagi pernyataan, yang ditagih itu nanti pasti hasil kerjaan," pungkas Hasan.
Perkembangan terbaru ini menunjukkan semakin pentingnya koordinasi dan disiplin komunikasi di kalangan pejabat pemerintah Indonesia dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Artikel Terkait
Bursa Asia Anjlok: Penyebab, Dampak, dan Prospek ke Depan
IHSG Rawan Koreksi 5 November 2025: Analisis Teknis & Rekomendasi Saham PTBA, MYOR, HEAL
IHSG Melemah 0,51% ke 8.200, RISE dan IPAC Jadi Top Losers Terbesar
CBRE (Cakra Buana Resources Energi) Raih Pinjaman Rp803 Miliar dari BRI untuk Kapal Hai Long 106: Strategi dan Dampaknya