Bencana di Sibolga dipicu hujan deras ekstrem selama lebih dari dua hari. Kawasan terdampak parah meliputi Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan, dan Sibolga Kota. Banjir mengalir deras menghantam rumah, menyeret kendaraan, dan membawa material lumpur, batang pohon, serta puing bangunan. Laporan Polda Sumut mencatat lima orang meninggal akibat longsor di berbagai lokasi.
Tapanuli Selatan
Bencana banjir dan longsor di Tapanuli Selatan berdampak pada 11 kecamatan. Korban jiwa mencapai delapan orang meninggal, 58 luka-luka, dan 2.851 warga harus mengungsi. BPBD setempat bersama tim gabungan kini mengerahkan alat berat untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan.
Tapanuli Utara
Di Tapanuli Utara, bencana merusak 50 bangunan dan memutus dua jembatan. BPBD Tapanuli Utara melakukan pendataan dan menyarankan warga menggunakan jalur alternatif di Kecamatan Pangaribuan, Taput-Silantom, sebagai akses sementara.
Tapanuli Tengah
Banjir di Tapanuli Tengah melanda sembilan kecamatan dan merusak sedikitnya 1.902 rumah. BPBD setempat mendirikan tenda pengungsi dan mendistribusikan bantuan sembako. Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu, menyampaikan empat warganya meninggal dunia tertimbun longsor, yaitu seorang ibu beserta tiga anaknya.
Data korban dan kerusakan yang dirilis BNPB ini masih bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan proses kaji cepat lanjutan di lapangan.
Artikel Terkait
Polisi di Asahan Tabrak 4 Motor dan Kabur: Kronologi Lengkap & Fakta Terbaru
Viral Petugas Kemenhub Dituding Pungli Rp150 Ribu ke Mobil Bantuan Aceh: Ini Klarifikasi Lengkap
Ayah Prada Lucky Ditangkap TNI: Kronologi Lengkap, Penyebab KDRT, dan Penjelasan Resmi
Suami PPPK di Konawe Nikahi Wanita Lain, Istri Baru Ijab Kabul Langsung Dilupakan