"Hasilnya negatif saya tidak hamil karena memang bapak saya tidak pernah melakukan apa-apa," ucap sang anak.
Dia pun sama syoknya hingga histeris ketika video pengeroyokan terhadap bapaknya diperlihatkan kepadanya. Dirinya tidak menyangka aksi itu sangat kejam dilakukan kepada bapaknya karena simpang siur informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Sementara itu kasus tersebut saat ini didampingi oleh Lembaga advokasi Hukum Indonesia Indonesia (LAHI) Hariadi Rahman. LAHI juga masih menunggu hasil pemeriksaan saksi dan rangkaian pemeriksaan lainnya oleh Polres Lombok Barat supaya bisa menemui titik terang dari kasus tersebut.
"Kami menilai kasus ini ada kesalahpahaman antara pelapor dan kakak korban" ucap Hariadi Rahman Kuasa Hukum keluarga SS.
Hariadi menambahkan jika pihaknya selaku kuasa hukum masih menunggu proses pemeriksaan saksi-saksi dalam kasus ini. Dia juga masih menunggu hasil visum kepolisian di rumah sakit Bhayangkara Polda NTB.
"Kami tunggu APH berkerja dan LAHI terus mendampingi kasus ini," ucap Hariadi.
Sampai dengan saat ini jajaran Polres Lombok Barat masih terus bekerja untuk mengungkap siapa di balik penganiayaan yang nyaris menewaskan oknum Bacaleg DPRD setempat dari PDIP.
Sumber: inews
Artikel Terkait
Bentrokan TKA China vs Pekerja Lokal di Proyek IPIP Kolaka: 4 WNA Diamankan Polisi
Bentrokan di Tambang Nikel IPIP Kolaka: Kronologi TKA China Aniaya Pekerja Lokal & Respons Polisi
Longsor Cisarua Bandung: 23 Marinir Tertimbun, 4 Meninggal Dunia | Update Evakuasi
Suami Korban Jambret Sleman Jadi Tersangka, Ini Kronologi Lengkap Hingga 2 Pelaku Tewas