Shamkhani menegaskan bahwa Iran tidak membatasi skenario konfrontasi hanya di laut. Teheran disebut telah mempersiapkan diri untuk opsi yang lebih luas dan lebih canggih jika terjadi bentrokan militer.
Dia memperingatkan bahwa "perluasan perang yang tak terhindarkan hingga mencakup negara-negara lain di kawasan ini harus menjadi perhatian bersama semua pihak." Menurutnya, pengalaman masa lalu menunjukkan perang di kawasan ini dapat dengan cepat meningkat menjadi konflik besar di luar kendali.
Shamkhani menambahkan, Iran "akan mengambil langkah-langkah yang lebih substansial dan efektif" untuk mempertahankan keamanan nasional jika diserang.
Ketegangan Memanas, Negara Teluk Bersikap Hati-hati
Ketegangan AS-Iran meningkat di tengah laporan tentang pergerakan armada militer AS dan pembicaraan mengenai opsi militer. Media juga melaporkan Washington telah memberi tahu sekutunya di Timur Tengah tentang kemungkinan serangan terhadap Iran dalam waktu dekat.
Sebaliknya, Teheran mengancam akan memberikan respons yang belum pernah terjadi sebelumnya yang bisa mencakup pangkalan AS dan Israel. Situasi ini memicu upaya mediasi dari negara-negara regional.
Sikap hati-hati ditunjukkan negara-negara Teluk, yang dilaporkan menolak mengizinkan wilayah udara atau perairan mereka digunakan untuk tindakan militer apa pun terhadap Iran, dalam upaya mencegah eskalasi konflik skala penuh.
Artikel Terkait
PPATK Bongkar Ekspor Emas Ilegal Rp155 Triliun, Devisa Negara Bocor ke Luar Negeri
Klaim Dokumen Epstein: Bill Gates Tertular STD dari Gadis Rusia? Fakta & Bantahannya
Strategi Hedging Saudi: MBS Serukan Diplomasi, Menhan Dorong AS Serang Iran
Habib Bahar bin Smith Jadi Tersangka Penganiayaan Banser: Diperiksa 4 Februari 2026