"Kami tahu rute, rumah, dan segalanya tentang mereka. Kami akan menyerang kartel-kartel itu," tegas Trump. Ketika ditanya kemungkinan serangan di Meksiko, jawabannya singkat: "Bisa di mana saja."
Ancaman ini diperkuat dengan catatan setidaknya 36 serangan AS di wilayah Karibia dan Pasifik timur sejak September, yang menewaskan sedikitnya 117 orang.
Penyitaan Aset Venezuela dan Misteri Hadiah Nobel Machado
Trump juga mengonfirmasi bahwa AS telah menyita dan memindahkan minyak dari tujuh kapal tanker Venezuela, meski lokasinya dirahasiakan. Di sisi lain, ia mengaku masih mencari tempat untuk menggantung Hadiah Nobel Perdamaian yang diberikan kepada pemimpin oposisi Venezuela, Maria Corina Machado, yang kini masih bersandar di Oval Office.
Kesepakatan Keamanan Arktik dan Klaim Kepemilikan Pangkalan
Dalam wawancara yang sama, Trump menyentuh soal negosiasi keamanan Arktik dengan Sekjen NATO Mark Rutte. Ia mengklaim kesepakatan akan memberi AS kepemilikan atas tanah tempat pangkalan militernya berada. Namun, klaim ini dibantah oleh pemerintah Denmark dan Greenland yang menegaskan kedaulatan wilayahnya tidak bisa dinegosiasikan.
Pengungkapan senjata Discombobulator ini membuka wawasan baru tentang kemampuan teknologi perang AS dan menandai potensi eskalasi dalam kebijakan keamanan dan perang narkoba di belahan bumi Barat.
Artikel Terkait
Bahaya Gas Tertawa Whip Pink: BNN Peringatkan Risiko Kematian Pasca Kasus Lula Lahfah
Bahaya Nge-Whip: Henti Jantung Mendadak hingga Risiko Fatal Nitrous Oxide
USS Abraham Lincoln Siap Serang Iran dalam 1-2 Hari: AS Kerahkan Pesawat Tempur, UEA Tolak
Kemajuan ICBM dan Produksi Nuklir Korea Utara: Ancaman Global yang Makin Nyata