Prabowo di WEF Davos: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang, Ini Buktinya

- Kamis, 22 Januari 2026 | 23:50 WIB
Prabowo di WEF Davos: Indonesia Tak Pernah Gagal Bayar Utang, Ini Buktinya

Presiden mengungkapkan bahwa di tengah kondisi keuangan global yang mengetat, ketegangan perdagangan, dan ketidakpastian politik, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan yang solid.

Ekonomi Indonesia tercatat tumbuh di atas 5 persen setiap tahun selama satu dekade terakhir. "Dan saya yakin tahun ini pertumbuhan kita akan lebih tinggi. Inflasi kita tetap terjaga di sekitar 2 persen. Defisit pemerintah kita sekarang dijaga di bawah 3 persen dari PDB kita," papar Prabowo.

Dia menambahkan bahwa pengakuan dari lembaga internasional bukanlah tanpa dasar. "Lembaga-lembaga internasional tidak memuji kami karena optimisme yang tidak berdasar. Mereka melakukannya karena bukti. Mereka mengakui bahwa ekonomi Indonesia berdaya tahan," tambahnya.

Realitas APBN dan Pembiayaan Utang 2025

Data APBN 2025 menunjukkan, pemerintah menarik utang baru mencapai Rp 736,3 triliun hingga 31 Desember 2025. Angka ini mencapai 94,9 persen dari target awal sebesar Rp 775,9 triliun.

Sementara itu, total realisasi pembiayaan anggaran hingga akhir 2025 mencapai Rp 744 triliun, atau setara dengan 120,7 persen dari pagu yang direncanakan (Rp 662 triliun).

APBN 2025 pun ditutup dengan defisit. Hingga 31 Desember 2025, defisit APBN tercatat sebesar Rp 695 triliun, atau setara dengan 2,92 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Halaman:

Komentar