Ia merasa tidak mampu, tidak pantas, dan lupa bagaimana caranya menjadi kuat seperti tahun-tahun sebelumnya. Marshanda menyadari bahwa selama 17 tahun ia mungkin berada dalam fase penyangkalan.
"Caca kayak baru saja grieving, karena dapat diagnosa bipolar. Baru sedih, baru patah hatinya sekarang... Thinking I have to live with it my whole life," tulisnya lagi.
Penerimaan Diri dan Komitmen untuk Terus Berjuang
Di caption unggahan, Marshanda menyatakan bahwa ia akhirnya menerima kekalahan ini dan mengakui diagnosis gangguan bipolar yang ia miliki. Namun, ia bertekad untuk tetap bertanggung jawab atas kesejahteraan dirinya sendiri.
"Saya bertanggung jawab atas kesejahteraan emosional, spiritual, dan fisik saya sendiri. Saya masih ingin terus menjadi ibu yang hebat, seniman yang hebat, dan penyembuh serta guru transformasi yang berpengaruh," tegas Marshanda.
Ia menutup dengan pesan kuat tentang penerimaan diri: "Saya menjaga diri saya seperti seorang pejuang. Saya menerima semua bagian dari diri saya sebagai penyembuh yang saya miliki. Pertama untuk diri saya sendiri, dan setelahnya untuk orang lain."
Pengakuan jujur Marshanda ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kesehatan mental dan menginspirasi banyak orang yang berjuang dengan kondisi serupa untuk tidak merasa sendiri.
Artikel Terkait
Rencana Rahasia Kanada Hadapi Invasi AS: Strategi Gerilya & 400.000 Relawan
Menhan Sjafrie Tegaskan Kesiapan TNI Hadapi Perang Berlarut untuk Jaga NKRI
Oknum Polisi Bengkalis Ditangkap Saat Pesta Narkoba di Hotel: Fakta & Kronologi Lengkap
Gaji Pegawai SPPG Lebih Tinggi dari Guru Honorer? Legislator Soroti Kesenjangan yang Menyolok