"Pokoknya kita ikutin, biar satu pintu lewat Danantara," tegasnya.
Ketika ditanya apakah KCIC telah melakukan komunikasi langsung dengan Danantara mengenai hal ini, Dwiyana memberikan jawaban yang konsisten, kembali menekankan pentingnya koordinasi satu pintu.
"Makanya biar satu pintu dengan Danantara, ya," tandas Dirut KCIC tersebut.
Pernyataan resmi dari pimpinan KCIC ini diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai langkah-langkah ke depan dalam menangani restrukturisasi utang proyek kereta cepat pertama di Indonesia ini. Proses restrukturisasi yang terkoordinir melalui Danantara dianggap sebagai langkah strategis untuk menyelesaikan polemik utang Whoosh.
Artikel Terkait
Keracunan Massal MBG Soto Ayam di Mojokerto: 261 Siswa Terdampak, 121 Dirawat
Denada Buka Suara Soal Gugatan Anak Kandung & Tuntutan Rp 7 Miliar: Fakta Terbaru
Trump Pertimbangkan Serangan Militer ke Iran: Analisis Protes Berdarah & Ancaman Balasan
Rusia Klaim Tembak Jatuh Jet F-16 Ukraina Pakai Rudal S-300: Fakta dan Analisis